Friday, September 23, 2011

Tips Sebelum Membeli Genset

Hitunglah kebutuhan listrik yang akan di pergunakan, Misalnya :8 buah lampu 60 watt, AC 2 PK, TV, Radio, Kulkas. Untuk memudahkan penjumlahan, semuanya di konversi ke dalam satuan yang sama. Kalau tidak ingin repot, lihat saja kapasitas daya listrik yang terpasang di rumah.
Setelah kebutuhan listrik di ketahui maka saatnya untuk menentukan berapa besar daya genset yang di butuhkan. Misalnya kebutuhan listrik di rumah adalah 900 VA maka genset yang di butuhkan sekurang-kurangnya sama atau sedikit lebih besar dari 900 VA sebagai spare misalnya untuk mengantisipasi seandainya ada teman yang datang nonton bola sambil bawa TV sendiri.
Kalu gensetnya sudah ada maka untuk memfungsikan genset tenaga sekunder butuh sedikit instalasi pada sistem listriknya, perangkat yang di pasang di sini adalah switcher untuk mengaktifkan kapan daya listrik di pergunakan dan kapan dayanya menggunakan genset. Ada juga perangkat tambahan seperti alarm yang gunanya untuk memberitahukan kalau listrik sudah menyala kembali. Sebagai tambahan sebenarnya ada alat otomatis untuk melakukan fungsi ini tapi harganya agak mahal.
Nah setelah instalasi selesai genset sudah dapat digunakan.
Carilah genset yang menggunakan bahan bakar yang mudah di dapatkan di sekitar rumah, sebab ada genset yang menggunakan solar, adapula yang menggunakan bensin. Kalo ada yang pake air itu lebih bagus lagi .....
Kalo bisa pilih genset yang “soundproff” biar suaranya tidak menganggu. Beberapa produsen genset sudah menyediakan tipe yang soundproff.
Letakkan genset di tempat yang aman dan jauh dari jangkauan anak-anak  dan pastikan jauh dari jangkauan bahaya banjir tentunya.


sumber : http://renovasiku.blogspot.com/2009/05/tips-26-tips-memilih-genset.html

Saturday, September 3, 2011

Tips Bagaimana Memilih Genset

Kita seringkali dihadapkan pada persoalan bagaimana memilih genset yang tepat, sebenarnya hal ini tidaklah sulit. Dalam aplikasi genset untuk kebutuhan rumah tangga, kita dengan mudah mendapatkan informasi dari PLN bahwa kebutuhan daya rumah kita adalah sekian VA, dan ini dapat dipakai sebagai referensi dalam menentukan kapasitas genset tersebut. Misalnya di rumah kita daya terpasang adalah 2200 VA, maka pilihlah genset dalam kapasitas 2000 – 2500 VA. Perlu perhatikan juga kapasitas tegangan adalah 220 Volt 1 phasa. Jadi untuk kebutuhan tersebut pilihlah genset 2000-2500 VA, 220 Volt, 1 phasa, 50 Hz. Ini adalah yang petunjuk yang paling sederhana dalam memilih genset dengan aplikasi rumah tangga.
Untuk aplikasi industri perlu tinjauan yang lebih luas lagi dan lebih kompleks, dimana kita harus menghitung faktor daya masing-masing beban dan fluktuasi beban, hal ini akan saya tulis dalam topik-topik berikutnya.



Ketika terjadi pemadaman catu daya utama (PLN) maka dibutuhkan suplai cadangan listrik dan pada kondisi tersebut Generator-Set diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik terutama untuk beban-beban prioritas. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang membutuhkan sumber daya yang mantap dan andal (tingkat keandalan pasokan yang tinggi), dan juga untuk area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial dipasok listrik melalui jaringan distribusi PLN yang ada.

Suatu mesin diesel generator set terdiri dari:
1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel (dalam bahasa inggris disebut diesel engine)
2. Generator
3. AMF (Automatic Main Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch)
4. Baterai dan Battery Charger
5. Panel ACOS (Automatic Change Over Switch)
6. Pengaman untuk Peralatan
7. Perlengkapan Instalasi Tenaga

Pengertian dan Fungsi Genset

Genset atau kepanjangan dari generator set adalah sebuah perangkat yang berfungsi menghasilkan daya listrik. Disebut sebagai generator set dengan pengertian adalah satu set peralatan gabungan dari dua perangkat berbeda yaitu engine dan generator atau alternator. Engine sebagai perangkat pemutar sedangkan generator atau alternator sebagai perangkat pembangkit listrik.

Engine dapat berupa perangkat mesin diesel berbahan bakar solar atau mesin berbahan bakar bensin, sedangkan generator atau alternator merupakan kumparan atau gulungan tembaga yang terdiri dari stator ( kumparan statis ) dan rotor (kumparan berputar).

Dalam ilmu fisikia yang sederhana dapat dijelaskan bahwa engine memutar rotor pada generator sehingga timbul medan magnit pada kumparan stator generator, medan magnit yang timbul pada stator dan berinteraksi dengan rotor yang berputar akan menghasilkan arus listrik sesuai hukum Lorentz (ingat pelajaran fisika SMA dulu).

Arus listrik yang dihasilkan oleh generator akan memiliki perbedaan tegangan di antara kedua kutub generatornya sehingga apabila dihubungkan dengan beban akan menghasilkan daya listrik, atau dalam rumusan fisika sebagai P (daya) = V (tegangan) x I (arus), dengan satuan adalah VA atau Volt Ampere. Rumusan fisika yang lebih kompleks lagi dijelaskan bahwa P (daya) = V (tegangan) x I (arus) x CosPhi (faktor daya) dengan satuan Watt.

Apa saja tipe genset?
Genset dapat dibedakan dari jenis engine penggeraknya, dimana kita kenal tipe-tipe engine yaitu engine diesel dan engine non diesel /bensin. Engine diesel dikenali dari bahan bakarnya berupa solar, sedangkan engine non diesel berbahan bakar bensin premium.
Di pasaran, genset dengan engine non diesel atau berbahan bakar bensin biasa diaplikasikan pada genset berkapasitas kecil atau dalam kapasitas maksimum 10.000 VA atau 10 kVA, sedangkan genset diesel berbahan bakar solar diaplikasikan pada genset berkapasitas > 10 kVA. Mengapa demikian ? Hal terkait dengan tenaga yang dihasilkan oleh diesel lebih besar daripada engine non diesel, dimana cara kerja pembakaran diesel yang lebih sederhana yaitu tanpa busi, lebih hemat dalam pemeliharaan, lebih responsif dan bertenaga. Selain itu untuk aplikasi industri dimana bahan bakar diesel (solar) lebih murah daripada bensin (gasoline). Tulisan lebih dalam tentang cara kerja engine diesel akan kami sajikan dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Dalam aplikasi kita akan jumpai bahwa genset terdiri dari genset 1 phasa atau 3 phasa, apa artinya ini ? Kita akan jelaskan lebih dalam lagi, bahwa pengertian 1 phasa atau 3 phasa adalah merujuk pada kapasitas tegangan yang dihasilkan oleh genset tersebut. Tegangan 1 phasa artinya tegangan yang dibentuk dari kutub L yang mengandung arus dengan kutub N yang tidak berarus, atau berarus Nol atau sering kita kenal sebagai Arde atau Ground. Sedangkan tegangan 3 phase dibentuk dari dua kutub yang bertegangan. Genset tiga phase menghasilkan tiga kali kapasitas genset 1 phase. Pada sistem kelistrikan PLN kita, kapasitas 3 phase yang dihasilkan untuk aplikasi rumah tangga adalah 380 Volt, sedangkan kapasitas 1 phase adalah 220 Volt.

Daya listrik dalam ilmu fisika merupakan besaran vektor, artinya besaran yang memiliki besar dan arah, tegangan dan arus yang dihasilkan merupakan gelombang sinusoidal dengan frekuensi tertentu. Di Indonesia, frekuensi tegangan dan arus ditetapkan sebesar 50 Hz, dimana hal ini mengikuti standar frekuensi di Belanda atau negara-negara Eropa, sedangkan di negara Amerika Serikat dan Kanada menggunakan frekuensi 60 Hz.